Kini senja datang lagi…
Matahari perlahan memasuki bilik peraduannya
Digantikan sang ratu malam dan para srikandi
Yang bersinar indah keemasan
Tapi tak selamanya sang ratu dapat bersinar indah
Meski ia begitu jelas terlihat
Sedangkan srikandi-srikandi langit akan terus bersinar
Meski kadang gelapnya mega menutupi kilaunya
Bukan menghilang, melainkan bersiap
‘tuk menghadirkan cahaya yang lebih indah
Begitulah mereka…Para srikandi…
‘Kan terus bersinar meskipun keseorangan
Indah berkilauan dimanapun ia berada
Semoga srikandi itu adalah ana, anti dan mereka
Yang terus bersinar dengan cahaya Iman di hati
Amin…
Sabtu, 23 Mei 2009
kedewasaan dilihat dari...
Saudaraku tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua, mempunyai kedudukan, jabatan, karena semua itu
sebenarnya hanyalah topeng, bukan tanda prestasi.
Prestasi itu adalah ketika kita semakin matang, dan semakin dewasa.
Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak?
Jangan sampai kita sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan seret, sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan, kedewasaan seseorang itu dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah.
Wallahu’alam
sumber : manajemenqolbu.com
sebenarnya hanyalah topeng, bukan tanda prestasi.
Prestasi itu adalah ketika kita semakin matang, dan semakin dewasa.
Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak?
Jangan sampai kita sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan seret, sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan, kedewasaan seseorang itu dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah.
Wallahu’alam
sumber : manajemenqolbu.com
Izinkan Ya Rabb...
Rabbi…
Aku memang tak sehebat Siti Khadijah
Aku tak secerdas Siti ‘Aisyah
Tak sesuci Siti Maryam
Tapi Ya Rabb…
Izinkan daku mensyi’arkan Agama-Mu
lewat tulisanku
Izinkan daku berdakwah dengan tulisanku
dengan segenap kekurangan yang ada
Izinkan aku Ya Rabb…
menggambarkan indahnya Islam
Dalam rengkuhan Cinta-Mu
-November 2007-
Aku memang tak sehebat Siti Khadijah
Aku tak secerdas Siti ‘Aisyah
Tak sesuci Siti Maryam
Tapi Ya Rabb…
Izinkan daku mensyi’arkan Agama-Mu
lewat tulisanku
Izinkan daku berdakwah dengan tulisanku
dengan segenap kekurangan yang ada
Izinkan aku Ya Rabb…
menggambarkan indahnya Islam
Dalam rengkuhan Cinta-Mu
-November 2007-
Hanya Pada-Mu
Ketika mendung menggantung
di pelupuk mataku
Ketika semburat pelangi
terlukis dalam senyumku
Ketika badai meluluhlantakkan
hatiku
Dan ketika mentari bersinar
terangi jiwaku
Hatiku senantiasa tertuju pada-Mu
Duhai Rabbi…
di pelupuk mataku
Ketika semburat pelangi
terlukis dalam senyumku
Ketika badai meluluhlantakkan
hatiku
Dan ketika mentari bersinar
terangi jiwaku
Hatiku senantiasa tertuju pada-Mu
Duhai Rabbi…
Assalamu'alaikum Ukhti...
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Untukmu Ukhti yang dirahmati Allah
Ku ucapkan “Selamat datang di jalan ini...”
Jalan yang tak selamanya selalu lapang
Jalan yang tak selamanya penuh dengan tawa
Tak jarang jalan ini penuh dengan liku dan jurang-jurang terjal
Berhati-hatilah Ukhti agar kau tak sampai jatuh ke dalamnya
Tak jarang pula jalan ini dipenuhi dengan airmata kita...
Airmata kelelahan, kesabaran, ketegaran, tapi tidak tangis putus asa.
Wahai Ukhti yang disayangi Allah yang Maha Penyayang...
Bukanlah sebuah kebetulan kita bertemu di jalan ini
Karena sesungguhnya Allah yang telah merencanakan pertemuan kita
Dan rencana-Nya takkan pernah meleset
Oleh karena itu Ukhti...Saling berpeganganlah kita
Berjabat tangan, erat.
Tapi bukan sekedar jabat tangan Ukhti, melainkan juga saling mengingatkan
Saling menasehati...
Saling menyemangati...
Bukankah itu yang diberitakan-Nya dalam Surah Al ‘Ashr?
Ukhti...ketika segala penat telah kita jumpai di jalan ini
Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hatimu untuk menghentikan langkah
Dan berbalik arah meninggalkan jalan ini,
Tapi beristirahatlah sejenak Ukhti...
Untuk mengumpulkan segenap tenaga agar kita bisa bangkit dengan
kekuatan yang lebih besar lagi...
Ukhti...ketika perjalanan ini sangat melelahkanmu dan kau merasa tak lagi
mampu untuk bangkit dan terus berjalan,
Sedangkan istirahatmu pun tak sanggup mengusir lelah
Bersabarlah Ukhti...! mungkin Allah sedang mengujimu
Mungkin Dia ingin tahu seberapa besar tekadmu untuk terus maju
Percayalah Ukhti...Allah akan menolong orang-orang
yang menolong Agama-Nya.
Bukankah janji-Nya adalah suatu yang pasti?
Oleh karenanya, sabarlah Ukhti...!
Duhai Ukhti yang dinantikan Syurga...
Jalan ini memang akan selalu penuh dengan liku-liku yang dapat
menyesatkanmu,
Bahkan jurang-jurang terjal pun akan sering kau jumpai
Sedikit saja kau lengah kau bisa jatuh tergelincir masuk ke dalamnya
Oleh karena itu, teruslah jadikan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai petunjukmu
Wahai Ukhti...
Kata-kata yang ku tulis ini bukanlah segalanya yang harus kau ingat
Karena aku bukanlah siapa-siapa dalam perjalanan ini
Karena aku pun baru memulai menapaki jalan ini
Kata-kata ini ku tulis sebagai bukti sayang dan cintaku untukmu
dan segenap Ukhti yang terus bangkit, maju, melawan berbagai
perang pemikiran yang berkecamuk kian hebat di bumi kita
Ukhti yang di Ridhoi-Nya...
Cukuplah kiranya ku torehkan segores tinta ini
Sebagai teman dalam istirahatmu
Tapi jangan lupa untuk kembali melangkah Ukhti...
Kita teruskan perjalan ini bersama ‘tuk gapai Cinta-Nya
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
-Seseorang yang tengah berusaha untuk tetap bangkit dan istiqomah di jalan-Nya-
Untukmu Ukhti yang dirahmati Allah
Ku ucapkan “Selamat datang di jalan ini...”
Jalan yang tak selamanya selalu lapang
Jalan yang tak selamanya penuh dengan tawa
Tak jarang jalan ini penuh dengan liku dan jurang-jurang terjal
Berhati-hatilah Ukhti agar kau tak sampai jatuh ke dalamnya
Tak jarang pula jalan ini dipenuhi dengan airmata kita...
Airmata kelelahan, kesabaran, ketegaran, tapi tidak tangis putus asa.
Wahai Ukhti yang disayangi Allah yang Maha Penyayang...
Bukanlah sebuah kebetulan kita bertemu di jalan ini
Karena sesungguhnya Allah yang telah merencanakan pertemuan kita
Dan rencana-Nya takkan pernah meleset
Oleh karena itu Ukhti...Saling berpeganganlah kita
Berjabat tangan, erat.
Tapi bukan sekedar jabat tangan Ukhti, melainkan juga saling mengingatkan
Saling menasehati...
Saling menyemangati...
Bukankah itu yang diberitakan-Nya dalam Surah Al ‘Ashr?
Ukhti...ketika segala penat telah kita jumpai di jalan ini
Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hatimu untuk menghentikan langkah
Dan berbalik arah meninggalkan jalan ini,
Tapi beristirahatlah sejenak Ukhti...
Untuk mengumpulkan segenap tenaga agar kita bisa bangkit dengan
kekuatan yang lebih besar lagi...
Ukhti...ketika perjalanan ini sangat melelahkanmu dan kau merasa tak lagi
mampu untuk bangkit dan terus berjalan,
Sedangkan istirahatmu pun tak sanggup mengusir lelah
Bersabarlah Ukhti...! mungkin Allah sedang mengujimu
Mungkin Dia ingin tahu seberapa besar tekadmu untuk terus maju
Percayalah Ukhti...Allah akan menolong orang-orang
yang menolong Agama-Nya.
Bukankah janji-Nya adalah suatu yang pasti?
Oleh karenanya, sabarlah Ukhti...!
Duhai Ukhti yang dinantikan Syurga...
Jalan ini memang akan selalu penuh dengan liku-liku yang dapat
menyesatkanmu,
Bahkan jurang-jurang terjal pun akan sering kau jumpai
Sedikit saja kau lengah kau bisa jatuh tergelincir masuk ke dalamnya
Oleh karena itu, teruslah jadikan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai petunjukmu
Wahai Ukhti...
Kata-kata yang ku tulis ini bukanlah segalanya yang harus kau ingat
Karena aku bukanlah siapa-siapa dalam perjalanan ini
Karena aku pun baru memulai menapaki jalan ini
Kata-kata ini ku tulis sebagai bukti sayang dan cintaku untukmu
dan segenap Ukhti yang terus bangkit, maju, melawan berbagai
perang pemikiran yang berkecamuk kian hebat di bumi kita
Ukhti yang di Ridhoi-Nya...
Cukuplah kiranya ku torehkan segores tinta ini
Sebagai teman dalam istirahatmu
Tapi jangan lupa untuk kembali melangkah Ukhti...
Kita teruskan perjalan ini bersama ‘tuk gapai Cinta-Nya
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
-Seseorang yang tengah berusaha untuk tetap bangkit dan istiqomah di jalan-Nya-
Langganan:
Postingan (Atom)
